Mengingatkan pada cerita Legenda Nenek Gergasi.
Yang selalu di dongengkan oleh Bundaku ketika malam mencumbui rembulan.
Engkau merubah dirimu menjadi Raksasa Angkara Murka.
Sinar matamu mengisyaratkan kebencian yang mendalam.
Aku tahu, zaman telah merubahmu menjadi monster menakutkan.
Tekanan kehidupan yang membuat dirimu membenci kepura-puraan.
"Itu Munafik..!!!", katamu.
Lalu ketika semua orang turun kejalan.
Engkau ambil tongkat komando untuk melakukan Revolusi.
Engkau runtuhkan tembok kesombongan para Kapitalis yang telah menepikanmu.
Engkau bakar istana-istana emas yang di bangun dari pundi-pundi korupsi yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat negeri.
Engkau usung keranda Perlawanan Tirani.
Engkau teriakan slogan-slogan penuh bukti yang tentu saja bukan janji-janji.
Aku tahu niatmu suci.
Tapi yang kuminta darimu, "Janganlah menjadi Raksasa Angkara Murka".
"Jadilah Raja Adil bagi Negeri".
Di balik aksi sucimu, Kami selalu berada di belakangmu memberikan suntikan moralisasi agar jangan engkau malah berbalik menjadi "Raksasa Tanpa Peduli"
Riau, (20/9/2002--5/12/2009).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar