Karya ©: M. Syari Faidar
Ini bukan cerita dari laut, juga tidak hikayat yang turun dari langit.
Meski guratan tampak tak hidup, ada kisah di sebaliknya.
Bercerita tentang harapan yang kian tak menentu. Terombang-ambing antara kepercayaan atau mungkin keniscayaan. Semua itu bernara dari satu sumbu poros kehidupan; CINTA.
Kemarin senyum merona wajah. Sore tadi asa dirudapaksa. Kembali berdarah.
Alam akhirnya bertitah, kirim berbelasungkawa lewat butiran hujan bak derai air mata. Sedih tiada terkira.
Reinkarnasi Khalil Gibran lewat di pelupuk mata. Selayang pandang kemudian menghilang seperti harapan tanpa kepastian.
Ruang hampa selaksa jiwa hening menerima berita dari surga; JANGAN (terlalu) BERHARAP.
Pulau Belimbing, (31/10/2021)
(***)
*Sajak ini telah terbit di media online Cakrawalaindonesia.id (11/11/2021)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar