Minggu, 21 Februari 2010

AKU TELAH MATI


Basahi-lah bumi dengan air matamu.
Bila itu kau anggap suatu kebajikan.
Walau engkau akan menenggelamkan dunia, semua itu tak akan mampu mengembalikan aku.
Petir yang telah engkau tembakan.
Membuat hatiku hangus terbakar.
Untuk memastikan aku telah tiada.
Ciumi-lah belulangku.
"Aku telah mati muda"
Kematianku tidak berarti apa-apa bagi percaturan dunia yang telah terbenam ini.

Engkau lihat asap itu...!!!
Membubung tinggi ke angkasa.
Membawa rohku kembali ke Kerajaan Abadi.
Tinggi, tinggi dan semakin tinggi meninggalkan bumi.
Bumi yang telah tenggelam dalam keangkara-murkaan, kesombongan dan kelobaan.

Ketika air matamu mengalir di pipimu yang mulus.
Saat itu pula telah lenyap budi dan kasih sayang yang menghadirkan kemesraan.

Di sini, di atas awan kuuntai kata mutiara.
Kurangkai syair tentang cinta yang tak pernah sampai ke bumi.
Sebab aku tinggal di Kerajaan Awan.
Jika engkau membaca gubahanku.
Berarti engkau telah mati akibat kekeringan airmata.
Air mata yang kau jadikan perisai untuk menebus kesalahanmu.



Telayap, 18-02-2002

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OJO MENUO TANPO CERITO

Dunia itu luasssss Jenderal!  Oleh sebab itu, maka idealnya; "ojo menuo tanpo cerito".  Dah itu saja, mau nulis narasi panjang² ta...