
Kencingi aku Bunda, agar aku terjaga dari tidur lelahku.
Sebab tidurku merupakan kesempatan bagi setan-setan merayu manusia menjadi badut.
Setan-setan akan berhenti merayu jika semua manusia sudah menjadi badut.
Badut-badut yang akan membuat keonaran dalam Kerajaan Manusia.
Badut-badut yang lupa dengan hakikat dan kodrat kemanusiaan-nya.
Bunda harus tahu, setan-setan hanya mampu dilumpuhkan dengan air kencing.
Anakmu Bunda, selalu terjaga jika jangkrik malam berderik.
Anakmu Bunda, selalu terjaga jika jangkrik malam berderik.
Lima puluh tujuh tahun sudah anakmu berjaga bersama rembulan dan matahari.
Kini kelelahan mengecup lembut bola mata anakmu ini.
Kencingi aku Bunda, agar aku terjaga dari tidur lelahku.
Sebab tidurku merupakan kesia-siaan.
Yang akan membiarkan badut-badut mematahkan tradisi kebersamaan.
Badut-badut yang lupa akan hakikat kehidupannya.
Bunda harus tahu mereka hanya mampu dimusnahkan dengan air kencing.
Kencingi aku Bunda, agar aku terjaga dari tidurku.
Kencingi aku Bunda, agar aku terjaga dari tidurku.
Sebab jika aku terbangun dari tidur lelahku.
Aku akan mengencingi badut-badut yang telah berubah menjadi setan-setan.
Dan aku juga akan mengencingi Kerajaan Setan yang dihuni oleh badut-badut.
Badut-badut yang telah membunuh perjuangan jangkrik-jangkrik malam yang berderik.
Jangkrik-jangkrik malam yang menjadi teman anakmu bersama-sama dengan rembulan dan matahari untuk menjaga Kerajaan Manusia selama gaung kemerdekaan berkumandang.
Pangkalan Kerinci, Februari 2002
Jangkrik-jangkrik malam yang menjadi teman anakmu bersama-sama dengan rembulan dan matahari untuk menjaga Kerajaan Manusia selama gaung kemerdekaan berkumandang.
Pangkalan Kerinci, Februari 2002
Karya ©: M. Syari Faidar
(Disalin sesuai dengan Naskah Asli)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar