GURITA SILONEMSONG (GURIndam kaTA 12,69) hadir lewat sebuah perenungan panjang. Bentuk dari aktualisasi diri serta imbas dari kemelut bhatin yang bergejolak. GURITA 12,69 adalah kreatifitas seni anak bangsa yang hadir lewat coretan², permainan kuas dan cat, serta berbelitnya syair, sajak dan puisi (roman & sastra). Semoga dengan kehadiran GURITA 12,69 bisa menambah bahan perenungan bagi kita terhadap realitas lingkungan. Terutama lingkungan seni, sastra dan budaya di negeri Khatulistiwa.
Rabu, 17 Februari 2010
SUMUR KEBERSAMAAN
Malam ini aku lagi merangkai Bunga Mawar yang di petik dari Taman Sang Raja.
Akan kupersembahkan untuk Matahari.
Biar tanganku tertusuk dan berdarah.
Aku tetap akan merangkai bunga.
Terus dan terus.
Seperti Matahari yang tak pernah lelah memberikan cahaya kehidupan.
Cahayanya yang terang mampu membakar selaksa jiwaku yang telah mati.
Hingga aku hidup di dalam kehidupan yang penuh dengan mimpi dan ilusi
Kesendirian selalu menemani hingga aku tertidur dalam kelelahan.
Namun.................masih ada kekasihku.
Dewi matahari yang pancarkan cahaya kedamaian.
Seperti damainya aku yang terlahir di dalam Taman Sang Raja.
Salahkah bila bunga mawar yang aku pilih?????
Padahal ribuan bahkan jutaan jenis bunga berserakan di belukar dunia.
Tidak!!!!!
Bunga Mawar pantas untuk Matahari...!!!!!
Seekor kupu-kupu terbang di tengah kemelut perang.
Bagai seekor kupu-kupu besi.
Perang antara dua jiwa yang akan teriakkan kata "Merdeka".
"Aku Pejuang"
Seorang pejuang tak akan pernah menyerah hingga kematian menghunus pedang.
Namun di dunia ini banyak pejuang-pejuang.
Apakah itu engkau???
Engkau, engkau dan engkau atau engkau?????
Tapi.....jangan tertawa dulu sebab perjuanganmu mungkin semu.
Perjuangan bukan untuk membuat Istana Megah dari kaca.
Tapi menggali sumur kebersamaan hingga dingin air memberikan kedamaian.
Sedamai bunga mawar yang disiram embun pagi.
Dan selembut kasih Matahari yang memberikan cahaya kehidupan.
Bangkinang, 26 April 2002
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
OJO MENUO TANPO CERITO
Dunia itu luasssss Jenderal! Oleh sebab itu, maka idealnya; "ojo menuo tanpo cerito". Dah itu saja, mau nulis narasi panjang² ta...
-
Karya ©: M. Syari Faidar Lihatlah ada telaga di mataku Kalau belum engkau temukan air itu, coba lihat sekali lagi dengan hati yang bening...
-
Dunia itu luasssss Jenderal! Oleh sebab itu, maka idealnya; "ojo menuo tanpo cerito". Dah itu saja, mau nulis narasi panjang² ta...
-
Selepas dzuhur. Sepulang dari sekolah. Berangkat kami. Bersama-sama. Bergerombol. Laki-laki semua. Masing-masing bawa bekal nasi dari rumah....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar