setiap makhluk insan lemah
pernah di suatu masa
ku urai kenaifanku
jujur tanpa hijab
terbuka tanpa sekat
setelah itu engkau berubah
mundur, menjauh
dan akhirnya menghilang
cintamu menguap
bagai gelembung busa
aku goyah
terombang ambing tanpa makna
dunia hampa
tatapan mata gelap gulita
tiga purnama mencari makna
sembilan belas purnama terjawab sudah
terurai resah dan gelisah
karena ternyata setiap makhluk insan lemah
tak ada lagi rasa cinta
ketika insan punya salah
naif memang sungguh naif
itulah fakta dan realita
hakikat jati diri manusia
mencari kalimah sempurna
ah sudahlah
di pagi ini coba hapus semua cerita
tapi entahlah, apakah bisa?
jika masih tersisa remah-remah
maklumi sajalah
bahwa setiap makhluk insan lemah
Ujung Batu, 24 Maret 2026
Karya ©: M. Syari Faidar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar